Interface design models

Interface design models

Interface design models

Empat model yang berbeda akan dijalankan saat HCI didesain. Model-model yang berbeda ini akan diatur oleh interface designer dan merepresentasikan interfacenya.

Design model terdiri dari seluruh system incorporate data, architectural, interface, dan procedural representations software.

User model terdiri dari profile end user system. Untuk membuat user interface yang efektif harus disesuaikan dengan kategori user.
Kategori user :
– novice, tidak mengetahui syntax system dan sedikit pengetahuan mengenai applikasi atau penggunaan komputer secara umum.
– Knowleagable, intermittent user, memiliki pengetahuan tentang applikasi, tetapi relatif kurang mengerti syntax informasi yang diperlukan untuk menggunakan interface.
– Knowleagable, frequent user, memiliki pengetahuan tentang applikasai dan syntax yang baik yang sering mengarah pada ”power-user syndrome,”.

System prception (user’s model) merupakan gambaran system yang dipikirkan oleh end user. Tingkat akurasi dari deskripsi akan bergantung pada profile user dan kebiasaan user dalam menjalankan aplikasi.

System image memasangkan manifestasi sistem komputer, dengan semua informasi pendukung ysng menggambarkan syntax system dan aplikasinya.

Task analysis dan modeling

Task analisis dan modeling dapat diterapkan untuk memahami tugas yang sedang dijalankan dan memetakannya kedalam kumpulan tugas yang sama yang diimplementasikan dalam context HCI.

Langhkah awal dalam proses desain interface dapat dicapai dengan pendekatan berikut :
1. Membuat maksud dan tujuan dari tugas.
2. Memetakan tujuan/maksud dalam kegiatan yang spesifik.
3. Menspesifikasi kegiatan seperti akan dieksekusi pada level interface.
4. Mengindikasi system state
5. Mendefinisikan mekanisme kontrol
6. Mennunjukkan cara mekanisme kontrol mempengaruhi system state
7. Mengindikasi bagai mana user meng interpretasi state dari system dari informasi yang didapat melalui interface.

Design Issues

Apabila desain dari interface berubah maka ada beberapa bagian yang akan selalu muncul, yaitu: system response time, user help facilities, error information handling, dan command labeling.

System response time memiliki dua karakteristik: lenght dan variability.
Jika lenght –nya terlalu lama dapat menyebabkan user tidak dapat bekerja dengan cepat.
Variability disini itu deviasi dari rata-rata response time.

Help facility punya dua tipe : integrated dan addon.
Integrated help facility didesain kedalam software dari awal pembuaatan software itu sendiri, sedangkan addon merupakan tambahan yang dimasukkan kedalam software setelah software selesai dibuat.

Biasanya error message memiliki karakteristik,yaitu:
– The message should describe the problem in jargon that the user can understand.
– The message should provide constructive advice for recovering from the error.
– The message should indicate any negative consequences of the error so that the user can check to ensure that they have not occurred.
– The message should be accompanied by an audible or visual cue.
– The message should be “nonjudgmental.”

Mengetik command (printah) merupakan cara berinteraksi antara user dan system software dan biasa digunakan berbagai tipe aplikasi.
Dengan bertambahnya jumlah applikasi dibuatlah command macro facility yang memungkinkan user menyimpan command-command dalam definisi nama yang ditentukan user.

Design evaluation

Setelah prototype user interface selesai dibuat, maka perlu dilakukan suatu evaluasi untuk mengetahui apakah telah sesuai dengan yang dibutuhkan user.
Yang perlu diperhatikan saat melakukan evaluasi:
1. The length and complexity of the written specification of the system and its interface provide an indication of the amount of learning required by user of the system.
2. The number of commands or actions specified and the average number of argument per command or individual operations per action provide an indication of iteraction time and the overall efficincy of the system.
3. the number of action, commands, and system states indicated by design the memory load on users of the system.
4. Interface style, help facilities, and error handling protocols provide a general indication of the complexity of the interface and the degree to which it will be accepted by the user.

General interaction

Beberapa focus dalam general interaction:
Ø Be consistent
Ø Offer meaningful feedback
Ø Ask for verification of any non trivial destructive action
Ø Permit easy reversal of most actions
Ø Reduce the amount of information that must be memorizedbetween actions
Ø Seek efficiency in dialog, motion and thought
Ø Forgive mistake
Ø Categorize activities by function and organize screen geography accordingly
Ø Provide help facilities that are context sensitive

Information display

Beberapa focus dalam information display:
Ø Display only that information that is relevant to the current context.
Ø Don’t bury the user with data, use the presentationformat that enebles rapid assimilation of information
Ø Use consistent label, standard abbreviations, and predictable colors
Ø Allow the user maintain visual context
Ø Produce meaningful error message
Ø Use upper and lower case, indentation, and text grouping to aid in understanding.
Ø Use windows to compartementalize different types of information
Ø Use “analog” display to represent information that is more easily assimilated with thie form of representation
Ø Consider the available geography of the display screen and use it efficiently.

Data input

Beberapa focus dalam data input:

· Minimize the number of input actions required of the user
· Maintain consistency between information display and data input
· Interaction should be flexible but also tuned to user’s preferred mode of input
· Deactivate commands that are in appropriate in the context in of current actions
· Let the user control the interactive flow
· Provide help to assist with all input actions
· Eliminate specify unit input

Baca Juga  :