Kajian Pustaka Tentang Dzikir Dan Penjelasannya

Kajian Pustaka Tentang Dzikir Dan Penjelasannya

Kajian Pustaka Tentang Dzikir

Dzikir

Berdasarkan judul penelitian ini, terdapat beberapa kajian yang telah dilakukan oleh peneliti lain yang relevan dengan penelitian ini. Oleh karena itu di bawah ini akan dikemukakan beberapa kajian yang pernah dilakukan oleh peneliti lain sebagai berikut :

Tentang Dzikir

Pertama, penelitian yang dilakukan Iip Suherman (2003) dalam penelitiannya yang berjudul Dzikir Dalam Membentuk Perilaku Keagamaan Jamaah az-Zikra Pimpinan Ustad H.M. Arifin Ilham Mampang Indah Dua Depok (Analisis Fungsi dan Bimbingan Konseling Islam). Metode pengumpulan data dalam penelitian tersebut adalah library riset dan penelitian lapangan yang meliputi metode Observasi, Dokumentasi dan Wawancara, kemudian data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan metode Analisis Deskriptif. Hasil penelitian tersebut yaitu model dzikir yang diterapkan oleh Arifin Ilham di majlis Azzikra dapat membentuk prilaku kcagamaan jama’ahnya. Prilaku yang tidak baik menjadi prilaku yang sesuai dengan norma agama dan sosial.

Kajian Pustaka Tentang Dzikir

Kedua, penelitian yang dilakukan Lathifah Rahmawati (2005) dalam penelitiannya tersebut berjudul Hubungan Intensitas Dzikir dengan Kesehatan mental Narapidana di LP Wanita Semarang (Studi Analisis Bimbingan dan Konseling Islam). Kajian pada penelitian ini adalah untuk mendapatkan dan menggambarkan pelaksanaan dzikir dengan kesehatan mental narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Semarang. Penelitian ini menggunakan Metode analisis data Korelasi Produk moment seri person. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Lathifah Rahmawati yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas dzikir dengan kesehatan mental.

Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Eva Noor Luthfiana (2006) dalam penelitiannya tersebut berjudul Hubungan antara Intensitas melaksanakan Dzikir dengan Ketenangan jiwa Tarekat naqsabandiyah di kecamatan Batealit kab. Jepara (Studi analisis Bimbingan Konseling Islam). Kajian pada penelitian ini adalah untuk mendapatkan dan menggambarkan korelasi antara intensitas dzikir dengan ketenangan jiwa anggota tarekat Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah di Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan metode analisis data korelasi produk moment. Hasil dari penelitian tersebut terdapat hubungan positif yang signifikan antara intensitas dzikir dengan ketenangan jiwa anggota tarekat Qodiriyyah wa Naqsyabandiyah di Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara.

Keempat, penelitian yang dilakukan Rizal Muttaqin (2005) dalam penelitiannya yang berjudul Pemikiran al-Ghozali tentang sabar dan implikasinya terhadap pencegahan stres (Tinjauan Konseling Islam). Kajian pada penelitian ini adalah untuk membuat interpretasi baru tentang sabar dengan mengkolaborasikan beberapa konsep dari tokoh-tokoh Islam yang diambil dari nilai-nilai yang terdapat dalam AlQur’an dan sunnah nabi dan impilikasinya terhadap pencegahan stres. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, metode yang digunakan untuk memperoleh data adalah telaah kepustakaan (library research) kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini adalahsabar sebagai salah satu konsep islam tentang sikap mental seseorang dalam menghadapi problematika hidup, sabar memiliki impikasi positif dalam membentuk mental yang sehat. Dengan kualitas sabar tersebut maka seseorang akan mampu menghindarkan diri dari kegoncangan jiwa yang akan mengarah pada stres.

Kelima, penelitian yang dilakukan oleh Musaidah (2006) dalam penelitiannya yang berjudul Studi Analisis Terhadap Pemikiran Yunasril Ali Tentang Tasawuf Sebagai Terapi Stres Dalam Perspektif Bimbingan danKonseling islam. Kajian pada penelitian menjelaskan konsep tasawuf Yunasril Ali sebagai terapi stres diwujudkan dengan mengaktualkan nilai-nilai fundamental dalam tasawuf, yaitu manajemen hati yang meliputi pengelolaan hawa nafsu dan manajemen diri yang mengarah pada sikap zuhud dan sabar. kemudian ditinjau dari perspektif Bimbingan dan Konseling islam. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan Metode Deskriptif Analisis kritis sedang metode pengambilan data menggunakan riset kepustakaan.

Keenam, Penelitian yang dilakukan Siti Aisah (2006) Dalam Penelitiannya yang berjudul Peran Bimbingan Islam dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Peserta Pelatihan Seni Menata Hati (SMH) LEMBKOTA di Politeknik Negeri Semarang. Kajian pada penelitian ini menjelaskan pelatihan seni menata hati LEMBKOTA merupakan sebuah manajemen diri menuju kehidupan muslim yang berkualitas untuk mencapai kebahagiaan lahir bathin di dunia dan akhirat. Metode dalam penelitian ini merupakan Metode Deskriptif dan termasuk jenis penelitian kualitatif. Hasil dalam penelitian ini yaitu Pelatihan Seni Menata Hati LEMBKOTA mempunyai manfaat terhadap peningkatan sumber daya manusia, hal itu ditandai dengan meningkatnya semangat dan tanggung jawab dalam pekerjaan, rasa persaudaraan sesama karyawan, kreatifitas dan kejujuran dalam bekerja dan melakukan amal kebaikan.

Ketujuh, Penelitian yang dilakukan Sri Susilowati (2007) dalam penelitiannya yang berjudul Aktivitas Dakwah Islam Lembkota Semarang Dalam Mengatasi Krisis Spiritual Akibat Dampak Abad Modern : Studi Kasus di Ngaliyan Semarang Periode Th. 2006-2007 (Tinjauan Bimbingan dan Konseling Islam ). Kajian pada penelitian ini menjelaskan dampak dari peradaban abad modern mendatangkan kegelisahan dan kecemasan bahkan dapat mengakibatkan krisis spiritual, LEMBKOTA yang dirintis oleh Amin Syukur merupakan lembaga dakwah yang memberi perhatian dalam problem yang dihadapi manusia modern, dengan mengadakan program-program yang sesuai dengan kebutuhan abad modern. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, kemudian data yang telah diperoleh di analisis dalam Tinjauan Bimbingan Dan Konseling Islam dengan menggunakan Metode Deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu aktivitas dakwah LEMBKOTA membantu masyarakat modern keluar dari krisis spiritualnya. Masyarakat modern tidak terjebak dalam dampak globalisasi yang dahsyat.

Penelitian-penelitian yang telah dijelaskan diatas, merupakan pembahasan atau kajian yang ada relevansinya dengan penelitian yang akan dilaksanakan oleh penulis, dari beberapa uraian tersebut, penulis mengungkap permasalahan yang berbeda dari penelitian-penelitian sebelumnya. Permasalahan yang penulis teliti menjelaskan bahwa dzikir diaplikasikan sebagai pengendali stres, dengan bedzikir, individu yang mengalami perasaan tertekan dapat mengendalikan stresnya. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Setelah data terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif.

Penelitian yang mengkaji dzikir

Penelitian yang mengkaji dzikir dan pengendalian stres pada jamaah pengajian Ma’rifatullah LEMBKOTA, bukan merupakan pengulangan terhadap pembahasan yang pernah ada sebelumnya. Penelitian sebelumnya menjelaskan tentang hubungan dzikir dengan Kesehatan mental, Hubungan dzikir dengan ketenangan jiwa dan dzikir dalam membentuk prilaku keagamaan. Penelitian lain yang mengkaji tentang stres yaitu pemikiran al-Ghozali tentang sabar dan implikasinya sebagai pencegah stres, serta pemikiran Yunasril Ali tentang tasawuf sebagai terapi terhadap stres. Kedua penelitian ini merupakan penelitian yang berorientasi pada pemikiran tokoh.

Penelitian lain yang menjadikan LEMBKOTA sebagai obyek penelitian adalah penelitian tentang program Seni Menata Hati yang di adakan oleh LEMBKOTA serta penelitian yang meneliti aktivitas dakwah LEMBKOTA dalam mengatasi krisis spiritual masyarakat modern. Sedangkan penelitian yang penulis angkat ini membahas tentang pelaksanaan dzikir dan pengendalian stres pada jama’ah pengajian Ma’rifatullah LEMBKOTA Semarang kemudian di analisis dari fungsi dan tujuan Bimbingan dan Konseling Islam.

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/