Lahirnya LBB dan PBB Dan Sejarahnya

Lahirnya LBB dan PBB Dan Sejarahnya

Lahirnya LBB dan PBB

Lahirnya LBB dan PBB

Setelah berakhirnya Perang Dunia I, Presiden AS Woodrow Wilson mengusulkan cita-cita perdamaian dan mengakhiri perang. Usulannya dinamakan Piece Without Victory, yang kemudian dituangkan dalam Wilson’s Fourteen Point (14 Pasal Wilson) pada tanggal 10 Januari 1918. Salah satu pasalnya adalah tentang pembentukan gabungan bangsa-bangsa atau League of Nations, maka lahirlah Liga Bangsa-Bangsa yang berpusat di Genewa (Swiss), yang mendasarkan pada 14 pasal Wilson.Adapun isinya adalah sebagai berikut:

1)Larangan diplomasi rahasia
2)Pengurangan senjata
3)Pengakuan untuk menentukan nasib sendiri
4)Pembentukan LBB yang beranggotakan 28 negara sekutu dan 14 negara netral

Badang yang ada dalam LBB adalah Majelis Umum dan Dewan Eksekutif, yang keanggotaannya ditunjuk oleh Majelis Umum dan Mahkamah Internasional, terdiri 15 negara yang dipilih oleh Majelis Umum.

Tujuan LBB

Tujuan LBB adalah menjamin perdamaian dunia, memelihara persahabatan antarbangsa, memajukan kerjasama antarbangsa, menaati hukum, dan perjanjian internasional.

Liga Bangsa-Bangsa yang diharapkan mampu menciptakan perdamaian dunia ternyata gagal. Organisasi ini gagal dalam menjalankan tugasnya karena faktor-faktor berikut:

1)Tidak memiliki peraturan yang mengikat dan sifatnya sukarela
2)Superioritas dan inferioritas negara-negara anggotanya
3)Tidak memiliki alat kekuasaan untuk menindak negara yang melanggar
4)Terseret dalam masalah politik negara-negara besar. Misalnya Jepang yang keluar dari LBB sebab tidak mau mengembalikan Mansuria kepada Cina, dan Italia tetap menjajah Ethiopia.

Perang Dunia I

Dengan terjadinya Perang Dunia I, maka gagallah LBB sebagai lembaga untuk menjamin perdamaian dunia, bahkan kemudian terjadilah Perang Dunia II. Perang Dunia I dan II memberi pengalaman sejarah bagi bangsa-bangsa di dunia, bahwa perang selalu membawa kerugian bagi umat manusia. Pada tanggal 14 Agustus 1941 Franklin D. Rooselevelt (Presiden AS) dan Winston Churchill (PM Menteri Inggris) menandatangani piagam yang disebut Piagam Atlantik (Atlantic Charter) diatas geladak kapal Agusta di Teluk New Founland, yang isinya adalah sebagai berikut:

1)Tidak boleh ada perluasan daerah jika tidak dengan kemauan penduduk asli
2)Segala bangsa berhak menentukan bentuk dan corak negaranya sendiri
3)Semua negara diperkenankan ikut serta dalam perdagangan internasional
4)Membentuk perdamaian dunia. Setiap bangsa dapat hidup bebas dari rasa takut dan kekurangan
5)Menolak jalan kekerasan dalam menyelesaikan pertikaian internasional, kecuali untuk kepentingan umum.
6)Membentuk organisasi internasional.

Adapun dasar dari pembentukan PBB adalah sebagai berikut:

1)Piagam Atlantic Charter tanggal 14 Agustus 1941
2)Declaration of The United Nations tanggal 1 Januari 1946
3)Konferensi Dumbartons Oaks yang ditandatangani di Washington tanggal 7 Oktober 1944
4)Konferensi Yalta yang ditandatangani di Semenanjung Krim tanggal 14 Februari 1945
5)Konferensi San Fransisco tanggal 26 Juni 1946


Baca Juga :