Pengertian Pendapatan Nasional

Pengertian Pendapatan Nasional

Pengertian Pendapatan Nasional

Coba perhatikan kegiatan ekonomi keluarga kalian!

Untuk apa orang tua kalian setiap hari pergi ke kantor, ke pasar untuk berdagang, ke sawah untuk bercocok tanam, dan lain-lain? Tentu saja mereka berusaha untuk memperoleh pendapatan guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Pendapatan tersebut diperoleh sebagai balas jasa atas tenaga yang ia sumbangkan, tanah atau sawah yang ia sewakan, keuntungan dari berdagang, dan lain-lain. Besarnya pendapatan yang mereka peroleh menunjuk- kan makmur tidaknya sebuah keluarga.

 

Jadi, apa yang dimaksud pendapatan?

Pendapatan menurut KBBI adalah hasil kerja (usaha). Bila dihubungkan dengan ilmu ekonomi, pendapatan adalah sesuatu yang diterima seseorang sebagai hasil kerja (usaha) dan imbalan atas penyediaan faktor-faktor produksi yang dapat berupa gaji, upah, sewa, bunga, atau laba. Bila setiap individu, keluarga atau perusahaan mempunyai pendapatan, bagaimana dengan negara? Negara juga memiliki pendapatan, yang dikenal dengan istilah pendapatan nasional. Besarnya pendapatan nasional yang diperoleh pemerintah digunakan sebagai alat ukur kemakmuran negara tersebut dari waktu ke waktu. Selain itu, pendapatan nasional juga dapat digunakan sebagai pembanding tingkat perekonomian dengan negara lain.

Pendapatan nasional menggambarkan tingkat produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam kurun waktu satu tahun tertentu. Dengan demikian pendapatan nasional mempunyai peran penting dalam menggambarkan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai serta perubahan dan pertumbuhannya dari tahun ke tahun. Kegiatan perekonomian negara dalam menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Aktivitas tersebut melibatkan individu, keseluruhan masyarakat baik pemerintah, swasta, dan rumah tangga. Setiap negara akan mengumpulkan berbagai informasi mengenai kegiatan ekonominya agar secara kontinyu dapat diperhatikan perubahan-perubahan tingkat dan corak kegiatan ekonomi yang berlaku.

Salah satu informasi penting yang akan dikumpulkan adalah data mengenai pendapatan nasionalnya. Setiap negara akan mewujudkan suatu sistem penghitungan pendapatan nasional yang dinamakan national income account- ing system atau sistem penghitungan pendapatan nasional.

Pada hakikatnya sistem tersebut adalah suatu cara pengumpulan informasi mengenai perhitungan:

  • nilai barang-barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara;
  • nilai berbagai jenis pengeluaran atas produk nasional yang diciptakan; dan
  • jumlah pendapatan yang diterima oleh berbagai faktor produksi yang digunakan untuk menciptakan produksi nasional.

 

Untuk menghitung nilai barang-barang dan jasa yang diciptakan oleh suatu perekonomian, ada tiga cara atau metode pendekatan. Berikut ini metode pendekatan yang digunakan :

 

Metode Pendekatan Produksi

Penghitungan pendapatan nasional menggunakan metode pendekatan produksi, yaitu dengan menjumlahkan nilai produksi masing-masing sektor ekonomi atau dengan menjumlahkan secara keseluruhan nilai tambah (value added) dari semua kegiatan ekonomi yang dihasilkan perusahaan-perusahaan.

Penggunaan cara ini dalam menghitung pendapatan nasional mempunyai dua tujuan penting, yaitu:

  • untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai sektor ekonomi di dalam mewujudkan pendapatan nasional;
  • sebagai salah satu cara untuk menghindari penghitungan dua kali yaitu dengan hanya menghitung nilai produksi netto yang diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi.

 

Sektor ekonomi di Indonesia dibedakan menjadi 9 (sembilan) macam, yaitu:

  1. pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan;
  2. pertambangan dan penggalian;
  3. industri pengolahan;
  4. listrik, gas, dan air bersih;
  5. konstruksi;
  6. perdagangan, hotel dan restoran;
  7. pengangkutan dan komunikasi;
  8. keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan; dan
  9. jasa-jasa.

Sebelum penghitungan pendapatan nasional dengan cara pendekatan produksi terlebih dahulu perlu diketahui suatu contoh sederhana untuk menghitung nilai tambah.

Contoh sederhana penghitungan pendapatan nasional dengan menjumlahkan nilai tambah (valueadded) sebagai berikut:

Sebuah baju sebelum diproduksi tentu harus dicari bahan bakunya dulu, yaitu kapas, kemudian memproduksi benang dan kain. Apabila penghitungan nilai produk didasarkan pada nilai akhir dari baju, kain, benang, dan kapas maka akan terjadi penghitungan ganda atau double counting. Karena nilai akhir baju sudah mengandung sebagian nilai akhir kain dan nilai akhir kain juga mengandung sebagian nilai akhir benang.

Dengan demikian untuk memperoleh nilai produksi tanpa terjadi penghitungan ganda, maka harus menghitung nilai tambahnya. Di bawah ini contoh penghitungan nilai produksi sebuah baju dengan asumsi bahwa jumlah atau volume masing-masing produk adalah satu.

Dari penghitungan di atas, besarnya sumbangan bagi pendapatan nasional adalah jumlah seluruh nilai tambah produk baju, yaitu Rp27.000,00 bukan Rp52.000,00.

 

Metode Pendekatan Pengeluaran

Pendapatan nasional jika dihitung dengan metode pendekatan pengeluaran maka penghitungannya dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang dilakukan oleh seluruh masyarakat.

Pengeluaran masyarakat dapat dibedakan menjadi berikut ini:

  • Pengeluaran konsumsi baik oleh perorangan atau perusahaan.
  • Pengeluaran konsumsi pemerintah baik pusat maupun daerah.
  • Investasi domestik bruto seperti persediaan barang-barang dan alat- alat produksi tahan lama dan perubahan stok.
  • Pembelian barang dan jasa ekspor oleh masyarakat luar negeri (nilai ekspor dikurangi nilai impor).

 

Data pendapatan nasional yang dihitung dengan cara pengeluaran ini akan dapat memberi gambaran tentang sampai di mana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang dinikmati. Data pendapatan nasional juga memberikan informasi dan data yang dibutuhkan dalam analisis mikroekonomi.

Sumber : https://solopellico3p.com/