Pengertian Politik Internasional Dan Penjelasannya

Pengertian Politik Internasional Dan Penjelasannya

Politik internasional

Politik internasional merupakan salah satu kajian pokok dalam Hubungan Internasional. Politik internasional memiliki perbedaan dengan Hubungan Internasional dalam ruang lingkupnya. Hubungan Internasional meliputi seluruh bentuk interaksi antar negara, termasuk organisasi non-negara. Sedangkan politik internasional terbatas hanya pada hal-hal yang berfokus pada kekuasaan yang melibatkan negara-negara berdaulat.
Politik internasional seperti dinyatakan oleh Reinhard Mayers, mencangkup kepentingan (interest) dan tindakan (actions) beberapa atau semua negara, serta proses interaksi antar negara dengan organisasi internasional pada tingkat pemerintah. Sebagai struktur, politik internasional merangkum atau terdiri dari elemen-elemen sistem internasional seperti multi polaritas, bipolaritas atau organisasi internasional. Karena yang berpolitik di dunia pada dasarnya adalah negara, logisnya tidak ada istilah politik dunia atau politik global. Namun demikian kenyataan menunjukan bahwa ekonomi dan sosial dewasa ini sudah sedemikian intensif dan ekstensif, sehingga juga mempunyai implikasi politik, dan karenanya dapat diamati juga adanya tendensi globalisasi politik.
Dalam politik internasional, suatu proses interaksi berlangsung dalam satu wadah atau lingkungan, atau sebaliknya. Faktor-faktor utama dalam lingkungan internasional dapat diklasifikasikan dalam 3 hal pokok. Pertama, lingkungan fisik, seperti lokasi geografi, sumber daya alam dan tingkat teknologi suatu bangsa. Kedua, penyebaran sosial dan perilaku yang di dalamnya mengandung pengertian hasil olah pikir manusia dengan menghasilkan budaya politik, seperti paham-paham demokrasi dan komunis dengan menghasilkan budaya politik, seperti paham-paham demokrasi dan komunis yang berkembang di kawasan Eropa, serta munculnya kelompok-kelompok politik tertentu. Ketiga, timbulnya lembaga-lembaga politik dan ekonomi, seperti organisasi-organisasi internasional dan pranata-pranata serta politik lainnya. K.J. Holsti dalam buku Pengantar Ilmu Hubungan Internasional karya DR. Anak Agung Banyu Perwita & DR. Yanyan Mochamad Yani menyatakan bahwa:
“Politik internasional merupakan studi terhadap pola tindakan negara terhadap lingkungan eksternal sebagai reaksi atas respon negara lain. Selain mencakup unsur power, kepentingan dan tindakan, politik internasional juga mencakup perhatian terhadap sistem internasional dan perilaku para pembuat keputusan dalam situasi politik. Jadi politik internasional menggambarkan hubungan dua arah, menggambarkan reaksi dan respon bukan aksi” (Perwita & Yani, 2005: 40). Secara umum, objek dalam politik internasional juga merupakan objek dari politik luar negeri. Suatu analisis mengenai tindakan terhadap lingkungan eksternal serta berbagai kondisi domestik yang menopang formulasi tindakan merupakan kajian politik luar negeri,dan akan menjadi kajian politik internasional apabila tindakan tersebut dipandang sebagai salah satu pola tindakan suatu negara serta reaksi atau respon oleh negara lain.

Dalam interaksi antarnegara terdapat hubungan pengaruh dan respons

Pengaruh dapat langsung ditujukan pada sasaran tetapi dapat juga merupakan limpahan dari suatu tindakan tertentu. Kemudian, dalam interaksi antarnegara, interaksi dilakukan didasarkan pada kepentingan nasional masing-masing negara. Menurut DR. Anak Agung Banyu Perwita & DR. Yanyan Mochamad Yani dalam bukunya Pengantar Ilmu Hubungan Internasional bahwa Kepentingan nasional adalah tujuan utama dan merupakan awal sekaligus akhir perjuangan suatu bangsa.

Dalam politik internasional proses interaksi

Dalam politik internasional proses interaksi berlangsung dalam suatu wadah atau lingkungan, atau suatu proses interaksi, interrelasi serta interplay (saling mempengaruhi) antara aktor dengan lingkungannya atau sebaliknya. Istilah politik internasional pada dasarnya merupakan istilah tradisional yang sangat menekankan interaksi para aktor negara. Namun, pola-pola interaksi interaksi politik dalam hubungan internasional kini sudah melibatkan interaksi antar aktor negara dengan aktor non-negara.