Polda Jabar Mulai Sasar Sekolah, Upaya Kurangi Tindak KKN

Polda Jabar Mulai Sasar Sekolah, Upaya Kurangi Tindak KKN

Polda Jabar Mulai Sasar Sekolah, Upaya Kurangi Tindak KKN

BANDUNG – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) akan lebih proaktif melakukan pelatihan keanggotaan kepolisian kepada siswa-siswi di seluruh Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K) di Jawa Barat.

Hal tersebut, menurut Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar), Irjen Agung Budi Maryoto,

sebagai upaya mengurangi tindakan suap menyuap atau prilaku Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang kerap terjadi pada saat rekrutmen anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam Akademi Kepolisian (Akpol).

Lebih lanjut Agung mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan dan memberikan pelatihan kepada siswa sesuai dengan tingkatannya, sehingga pada saat ada rekrutmen dari Polri, setiap siswa dipastikan lulus secara murni.

‎”Jadi tidak ada KKN lagi, memang dia punya kompetensi, punya keterampilan dan memang unggul. Itu yang memang kita harapkan nanti, jadi polisi di Jabar yang betul-betul bisa dipercaya masyarakat,” kata Agung di Bandung kemarin (31/10).

Dijelaskan Agung, hal tersebut akan mulai berlaku setelah para Kepala Kepolisian Resort

(Kapolres) dan Bupati/Wali Kota di daerah menindaklanjuti‎ implementasi yang dibuat bersama Gubernur Jawa Barat. Nantinya, Polda Jabar akan menyiapkan biro khusus Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan melakukan seleksi untuk selanjutnya diberikan pelatihan.

”Pada saat tes betulan, dia pasti sudah siap. Kadang-kadang orang pinter tapi wakyu tes fisik gak bisa lari. Padahal fisiknya bagus tapi gak terlatih. Nah, sekarang kita latih,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengapresiasi rencana pelatihan dan perekrutan

yang akan dilakukan Polda Jabar. Tentunya, kata dia, perekrutan tersebut harus berdasarkan kualitas SDM, dan bukan atas dasar kedaerahan semata.

Maka dari itu, pihaknya menjajaki ker‎jasama dengan Polda Jabar untuk menangani, melatih dan membimbing calon-calon yang akan direkrut. Terlebih, jika pendidikan tersebut mampu membuat peserta didik memiliki kedekatan dengan masyarakat, bahkan memiliki pemahaman keagamaan yang baik. ”‎Di saat yang sama fisiknya juga terlatih, maka nanti pada saat direkrut memang ya betul-betul orang yang bisa atau siap,” kata dia.‎

 

Sumber :

https://egriechen.info/