Rekam Tahap Pendidikan

Rekam Tahap Pendidikan

Rekam Tahap Pendidikan

Kota Bandung kini punya tempat belajar baru. Yakni, Museum Pendidikan Nasional.

Museum yang terletak di komplek kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jalan Setiabudhi, Kota Bandung ini, menampilkan sejumlah informasi mengenai tahapan pendidikan dari zaman dulu.
Museum Pendidikan Nasional UPI
AMRI RACHMAN D/BANDUNG EKSPRES

BERSEJARAH: Pengunjung mengamati koleksi barang yang ada di Museum Pendidikan Indonesia

di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Setiabudi, kemarin (2/5). Meskipun sudah diresmikan, museum ini baru dibuka untuk umum mulai Agustus.

Bangunan lima lantai tersebut menyajikan informasi mengenai tahapan pendidikan di Indonesia. Di lantai pertama, museum ini menyajikan bagaimana awal mula pendidikan. Termasuk, terdapat salah satu koleksi kuno yang ada kaitannya dengan pendidikan, yaitu kertas tradisional daluang.

Di lantai kedua, dipamerkan beberapa foto suasana pendidikan pada zaman kemerdekaan. Selain itu, diperlihatkan pula suasana pembelajaran pada masa Hindia Belanda abad ke-20.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengapresiasi adanya Museum Pendidikan

Nasional ini. Menurut dia, tahapan-tahapan pendidikan, khususnya di Jabar terekam dengan baik di museum ini. ’’Kalau masyarakat ingin tahu riwayat pendidikan di Jabar masuk saja ke sini,’’ tutur dia kepada wartawan di lokasi peresmian museum kemarin (2/5).

Aher—sapaan akrabnya—bahkan berniat menyumbangkan barang untuk disimpan di museum tersebut. ’’Apapun yang sejarah atau kalau bisa rapot saya boleh juga. Dari SD SMP dan SMA bagus rapot saya, nggak memalukan, nggak ada yang merah,’’ ujar dia berseloroh.

Beberapa buku-buku pelajaran pada saat itu pun dipamerkan di museum tersebut. Sejumlah buku tampak sudah berwarna cokelat, namun, tetap saja memiliki nilai historis yang tinggi. Dipajang pula beberapa diorama mengenai suasana pendidikan di Indonesia.

Tak ketinggalan, sejarah UPI pun turut diekspos. Ditampilkan sebuah ruangan kelas UPI pada saat masih bernama PTPG (Perguruan Tinggi Pendidikan Guru). Kursi mahasiswa pada saat TPTG pun masih berupa bangku yang terbuat dari kayu. Bangku itu pun masih asli, bahkan masih bertuliskan TPTG di sisi bangkunya.

Foto-foto orang yang pernah menjadi tokoh pendidikan di Indonesia terpampang di dinding museum. Di foto, itu berderet foto tokoh dan menteri pendidikan. Mulai dari, Ki Hajar Dewantara hingga Anies Baswedan. Di dalam museum pun, digambarkan kondisi dan suasana pendidikan di Jawa Barat.

Adapun koleksi barang di museum ini mencapai 200. Terdiri dari, alat tulis, kelengkapan guru, diorama dan lainnya. ’’Ada buku-buku pelajaran, koleksi rapot zaman kolonial tahun 1980an,’’ ujar Ketua pengembang Museum Pendidikan Nasional Erlina Wiyanarti.

Dia menjelaskan, untuk memilih koleksi-koleksi yang akan dipajang di museum itu tidaklah mudah. Sebab, harus yang benar-benar memiliki nilai sejarah dan pendidikan yang kuat. Bahkan, ia pernah mencari buku-buku hingga ke rongsokan.

Pihaknya juga menggandeng tim penilai koleksi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Barat dan dari Museum Sri Baduga untuk menilai barang-barang yang akan dipajang. Setiap barang yang didapatkan akan diteliti terlebih dahulu. Museum ini merupakan museum khusus pendidikan kedua setelah Jogjakarta

 

Baca Juga :