Respons Microsoft Soal Wajib Bangun Data Center di Indonesia

Respons Microsoft Soal Wajib Bangun Data Center di Indonesia

Respons Microsoft Soal Wajib Bangun Data Center di Indonesia

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee menanggapi Peraturan Pemerintah

soal Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) Nomor 71 Tahun 2019 yang mengharuskan Penyelenggara Sistem Elektronik mesti mendaftar ke pemerintah dan wajib membangun pusat data di Indonesia.

Terkait PP PSTE, Microsoft mengatakan pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Menanggapi kewajiban PSE luar negeri untuk terdaftar, Microsoft mengaku dengan senang hati mematuhi kebijakan itu.

“Kami terus berdiskusi dengan Kominfo, kami berkomitmen untuk selalu patuh (mematuhi aturan pemerintah yang berlaku), kalau perlu registrasi kami akan lakukan dan itu bukan sebuah masalah,” tutur Haris kepada awak media saat acara Edu Summit Microsoft 2019 di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (11/12).

“Kami juga sering berbagi dengan Kominfo terkait hal-hal yang masuk akal dari segi industri,

bukan hanya dari sisi Microsoft karena kami juga banyak belajar dari luar negeri,” sambungnya.

Lihat juga:Microsoft Akui Ahli Sektor Digital di Indonesia Masih ‘Minim’

Sementara itu, soal pembangunan infrastruktur data center dan komputasi awan (cloud) di Indonesia, Microsoft menyebut pihaknya telah membangun sejumlah cloud seperti Edge Node dan Express Route.

Kedua teknologi cloud itu dirancang untuk menghubungkan pusat data Microsoft di luar negeri yang menampung data-data warga Indonesia. Selain itu, cloud ini juga memungkinkan konsumen Microsoft maupun pemerintah untuk mengakses data mereka jika dibutuhkan.

Selain Edge Node dan Express Route, Haris mengatakan sebetulnya Microsoft

sudah lebih dulu membangun infrastruktur cloud yang dinamakan Hybrid Cloud sekitar 6 tahun yang lalu.

“Di Indonesia sudah dihadirkan Hybrid Cloud Technology dari beberapa tahun lalu mungkin 6 tahun, saat Asian Games 2018 kemarin mereka pakai cloud kami itu yang mana data-data atlet disimpan di Hybrid yang didukung teknologi AI,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://sorastudio.id/jetpack-joyride-apk/